Obat Itu Bernama Pancasila, Dan Obat Itu Yang Ingin Dimusnahkan - KarawangPortal

Berita Terupdate Karawang Jawabarat

Breaking

Wednesday, October 31, 2018

Obat Itu Bernama Pancasila, Dan Obat Itu Yang Ingin Dimusnahkan

Obat Itu Bernama Pancasila, Dan Obat Itu Yang Ingin Dimusnahkan

KARAWANGPORTAL.COM - Beberapa tahun lalu, saya transkrip pidato seorang tokoh yang sangat disegani di dalam sebuah organisasi yang saya naungi. Di dalam organisasi itu saya bisa dibilang “bad boy”nya, karena selalu berseteru dengan para oknum yang mabok agama  di dalam organisasi tersebut.

Setelah selesai transkrip, saya menyebarkan potongan transkrip pidato tokoh tersebut ke beberapa grup whatsapp dan beberapa grup Blackberry organisasi tanpa mencantumkan nama sang tokoh sebagai pemilik pidato tersebut. Saya ingin tahu reaksinya..

Ternyata reaksinya sungguh luar biasa.. kaum mabok agama secara berjamaah dan sahut menyahut menuding saya dengan tudingan negatif, bahkan sampai menggunakan bahasa-bahasa yang tidak pantas. Saya tidak bereaksi, walaupun semakin lama semakin ramai. Saya tidak bereaksi..

Selepas Isya, saya kembali menyebarkan transkrip potongan pidato itu ke berbagai grup tadi. Tapi kali ini saya menyertakan nama pemilik potongan pidato itu, yaitu tokoh yang mereka segani selama ini. Apa yang terjadi? tiba-tiba grup yang tadinya begitu berisik dengan tudingan, makian dan dalil-dalil, tiba-tiba sepi..

Tidak ada lagi tudingan, makian dan dalil. Ibarat konser metallica sudah selesai, lapangan kosong, hanya menyisakan berbagai sampah di lapangan. Tidak ada yang menyalahkan si pemilik potongan pidato, mereka bingung ternyata yang mereka tuding, maki dan dalilkan itu ucapan sang tokoh yang mereka segani.

Artinya apa? Artinya para kaum mabok agama itu berpendapat bukan karena isi dari materinya tapi siapa yang bicara atau yang menyebarkan. Mereka berfikir transkrip itu adalah pemikiran saya. Karena saya, orang yang bertentangan dengan mereka, maka mereka mencari cara untuk menyalahkan.

Sama seperti yang terjadi sekarang ini, karena yang bicara sontoloyo itu Jokowi, maka salah. Tapi lihat ketika prabowo ucapkan kata Goblok dan sejenisnya, menuduh seenak perut, membuat tudingan tanpa data dan semua hal negatif lainnya, kenapa tidak mereka permasalahkan? ya karena like dislike

Prabowo-sandiaga mengeluarkan hoax, tidak ada dalil-dalil, tudingan dan bahkan makian dari orang-orang yang mempermasalahkan kata sontoloyonya Jokowi. Semuanya diam dan memuja-muji Prabowo-sandi sebagai orang yang amanah. Mereka jadi tim hore, tukang tepuk tangan..

Begitupun soal bendera Hizbut Tahrir yang dibakar, mereka dengan ngototnya mengatakan bahwa itu bendera tauhid bukan bendera HTI. Lalu saya tanya, memangnya ada bendera tauhid? ada literaturnya tidak bahwa tauhid itu punya bendera? Ternyata tidak ada yang bisa menjawab.. Sepi sama seperti konser Metallica selesai..

Ini penyakit yang harus disembuhkan di negara ini. Indonesia harus disembuhkan dari hal ini. Pancasila adalah jawabannya. Dan jawaban itu yang kini ingin dirusak secara masif oleh para oknum..


Terima kasih
TEDDY GUSNAIDI

No comments:

Post a Comment

no coment spam no coment sara www.karawangportal.com