Teddy PKPI: PENDUKUNG ORDE BARU: PARA OPOSISI YANG SANGAT MEMBENCI OPOSISI - KarawangPortal

Berita Terupdate Karawang Jawabarat

Breaking

Thursday, November 22, 2018

Teddy PKPI: PENDUKUNG ORDE BARU: PARA OPOSISI YANG SANGAT MEMBENCI OPOSISI

Teddy PKPI: PENDUKUNG ORDE BARU: PARA OPOSISI YANG SANGAT MEMBENCI OPOSISI

KARAWANGPORTAL.COM - Para oposisi ingin orde baru berkuasa lagi agar supaya tidak ada lagi oposisi. Mereka adalah para oposisi yang membenci adanya oposisi. Mereka berjuang agar tidak ada lagi demokrasi, kebebasan dan oposisi di Indonesia, sehingga mereka ingin mengembalikan orde baru pada rezim selanjutnya. 

Tentu ini hal yang abnormal, karena ada oposisi berjuang untuk menghapus oposisi, berjuang ingin menghapus demokrasi, berjuang ingin menghapus kebebasan. Mereka mendapatkan kebebasan sekarang ini dan mereka pergunakan kebebasan itu untuk membungkam kebebasan. 

Ada ormas agama mendukung Orde baru? Di zaman orde baru, tidak ada yang namanya organisasi berbasis agama selain yang sudah ada sebelum kemerdekaan bangsa ini. Aneh jika ada organisasi yang berbasis agama yang kini bisa hidup, malah mendukung orde baru, sang pembungkam ormas. 

Jangankan berani mengkritisi, bahkan untuk bicara politik di dalam rumah sendiri pun ketakutan. Berani bicara politik bahkan mengkritisi pemerintah di warung kopi? maka kalian tidak akan bisa bertemu keluarga lagi. Kalian pasti diciduk, disiksa dan berdoa saja agar tidak mati..

Mahasiswa dan aktivis bicara mengkritisi Pimpinan? Prabowo adalah pelaku nyata. Dia melakukan penculikan terhadap para mahasiswa dan aktivis. Masih belum lama hal itu terjadi, bahkan hingga detik ini, banyak mahasiswa dan aktivis belum kembali, entah masih hidup atau sudah mati.

Umat muslim dibantai pada peristiwa tanjung priuk, semakin melawan semakin brutal dibunuh. Yang coba teriak takbir dibunuh. Dan sangat aneh jika ada umat muslim yang mendukung kembalinya orde baru, itu sama saja mereka menyerahkan nyawa mereka, seperti umat muslim yang dibantai di Tanjung Priuk.

Dan banyak lagi kekerasan, ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang dilakukan di zaman Orde baru. Lalu apa yang harus dibanggakan di zaman Orde baru? Apakah ekonomi? Tentu bodoh jika ada yang mengatakan di zaman orde baru ekonomi Indonesia stabil.

Apakah di zaman Orde baru ekonomi kita stabil? tidak.. Kemiskinan melonjak tinggi, gap antara kaya dan miskin terlalu tajam. Mengukurnya mudah saja, bisa punya TV saja sudah dianggap punya barang mewah bahkan punya motor saja sudah dianggap barang mewah. Beda dengan zaman sekarang..

Zaman sekarang, ada produk baru, semahal apapun, banyak yang mampu membelinya. Di zaman Orde baru, tidak bisa seperti itu. Kemampuan masyarakat sangat rendah. Hanya orang tertentu yang mampu. Zaman Orde baru, mayoritas masyarakat terkungkung dalam kemiskinan.

Zaman Orde baru, Orang beli rokok kebanyakan ketengan, padahal jika di convert dengan harga sekarang, lebih mahal harga rokok zaman sekarang. Tapi zaman sekarang orang mampu membeli sebungkus rokok. Zaman Orde baru kemiskinan turun temurun, beda dengan zaman sekarang..

Bahkan konyol jika ada Partai politik yang lahir di zaman Reformasi mendukung bangkitnya orde baru, karena ketika orde baru berkuasa, selain kezaliman dan kebiadaban akan dilegalkan kembali, Partai politik akan diberangus juga. Konyol jika ada Part…
[10:24, 11/23/2018] Teddy PKPI: PRABOWO MERAPAT KE JOKOWI, SANDIAGA BERFIKIR ULANG MEMBIAYAI KAMPANYE PILPRES? 

Untuk apa sandiaga jadi cawapresnya Prabowo jika ternyata dia tidak bisa mengcover dana untuk kebutuhan kampanye? Sandiaga muncul dengan janji membiayai dana kampanye. Kasus Jenderal kardus beberapa bulan lalu menjadi bagian yang tak terpisahkan akan janji Sandiaga untuk membiayai kampanye.

Prabowo kesulitan dana untuk kampanye, dana yang dia kumpulkan sebelum dia menjadi Capres entah kemana kabarnya. Kini dia akan meminta dana kampanye kepada pendukungnya yang dia sebut tampang orang susah itu. Ada apa dengan koalisi ini? 

Sebelumnya saya sudah katakan bahwa koalisi ini layu sebelum berkembang karena berkumpul dengan keterpaksaan. Banyak yang menganggap apa yang saya katakan asal bicara, bahkan beberapa bulan lalu saya katakan partai pengusung Prabowo tidak akan kampanyekan prabowo, banyak yang menampik.

Kini semua terjadi. Tentu ini bukan asal bicara, tapi berdasarkan analisis fakta dilapangan. Bahkan saya katakan Sandiaga akan berfikir ulang untuk membiayai kampanye, terbukti juga. Semua analisis yang saya sampaikan, tidak ada satupun yang meleset. Kini semua tampak di depan mata.

Bahkan ketika saya sampaikan bahwa Prabowo telah meninggalkan koalisi. Caranya dengan memproduksi banyak hal konyol agar elektabilitas Jokowi terjaga, banyak sumpah serapah dialamatkan ke saya terkait hal itu. Sekarang mereka diam ketika melihat yang saya katakan terbukti.

Bahkan ada pendukung Jokowi marah ke saya dan bilang, kenapa harus dibuka ke publik? biarkan saja, jangan sampai mereka merubah strategi. Saya lalu dituding ingin mendapatkan pujian karena analisis saya terbukti. Hal itu gak saya tanggapi, karena memang dia gak paham dan tidak perlu juga menjelaskan agar dia paham. Ini bukan soal pujian.. 


Saling serang di dalam koalisi Prabowo-sandiaga pun mencuat ke publik, mereka tidak bisa lagi menyembunyikan apa yang terjadi di dalam koalisi. Prabowo sebagai Nahkoda bermain sendiri sehingga menurut analisis saya, Sandiaga berfikir ulang untuk membiayai kampanye pilpres ini.

Dari semua ini, ini telah membuktikan bahwa kerjasama politik yang dibangun dengan cara-cara konyol , maka hanya akan menjadi bom waktu. Semua pada akhirnya tidak bisa lagi berkompromi. Satu persatu mulai menampakkan diri dan melakukan perlawanan secara terbuka di internal.

Makanya jangan heran jika koalisi Prabowo-sandi terlihat serampangan, saling tembak di internal, lalu menyerang Jokowi secara grasa-grusu tanpa ada arah yang jelas. Semua asal bunyi tanpa data sehingga semua yang mereka katakan dengan mudah terbantahkan dengan data. Kalau Prabowo, memang sangat terlihat sengaja melakukan kekonyolan itu.

Sekarang waktunya gelar karpet, siapin kopi dan cemilan, sambil menonton episode selanjutnya, saling serang di internal koalisi Prabowo-sandiaga. Yang pasti, episode selanjutnya fungsi sandiaga sebagai juru bayar sepertinya akan mulai dipertanyakan. 



TEDDY GUSNAIDI 
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia

No comments:

Post a Comment

no coment spam no coment sara www.karawangportal.com