Rombongan Mayor Sinaga Diserang Ratusan Anak Panah Beracun -->

BREAKING NEWS

Advertisement

Rombongan Mayor Sinaga Diserang Ratusan Anak Panah Beracun

Wednesday, January 6, 2021

karawang portal
Rombongan Mayor Sinaga Diserang Ratusan Anak Panah Beracun

KARAWANG PORTAL – Senja tampak dari raut wajah Sukidi (65), mantan Kepala Dusun Talangsari, Desa Rajabasa Lama, Way Jepara, Lampung Timur. Di balik sosok tuanya yang lemah dimakan usia, tersimpan karakter tegas dan berapi-api yang tak lekang oleh waktu.

Terlebih ketika diminta menceritakan momen bersejarah detik-detik meletusnya peristiwa Talangsari 1989 di Dusun Talangsari. Peristiwa kelam dalam perjalanan hidup Sukidi yang terekam jelas di benaknya.

Matanya berkaca-kaca ketika menuturkan insiden penyerangan oleh jama’ah Warsidi menggunakan anak panah beracun yang terjadi saat rombongan dipimpin Mayor Sinaga mendatangi warga untuk berdialog.

“Saya berada persis di belakang Mayor Sinaga, di atas kendaraan yang ditumpangi sejumlah aparat lainnya. Rombongan kami yang dipimpin Mayor Sinaga bergerak mendekati pondok yang ditempati Warsidi dan jamaahnya, tiba-tiba ratusan anak panah ditembakkan ke arah kami,” tutur Sukidi di Way Jepara, Lampung Timur, Kamis (23/3/2017).

Sukidi menyaksikan kejadian ketika Kapten Sutiman yang berada di depan rombongan dan sedang mengendarai sepeda motor terkena tembakan anak panah. Tubuhnya limbung dan jatuh dari sepeda motor. Mesin sepeda motornya masih menyala. Saat kaki Kapten Sutiman belum sempurna menjejak tanah, mbah Marsudi, kakak kandung Warsidi, menyerangnya dengan hunjaman senjata tajam yang menyebabkan Kapten Sutiman tewas di tempat.

Menurut Sukidi, selain Kapten Sutiman yang tertancap anak panah beracun kreasi Sudarsono, Sersan Yatin juga mengalami hal yang sama. Namun nyawa Sersan Yatin berhasil diselamatkan.

Sukidi menyesalkan banyak berita bohong seputar peristiwa Talangsari 1989. Salah satunya,  kebohongan seolah-olah ada tembakan senjata api ke arah lokasi jama’ah Warsidi sebelum lontaran anak panah meluncur sebagai reaksi balik.

“Itu tidak benar.  Kami ke sana untuk berdialog.  Tidak ada letusan senjata api. Kami sudah dihujani anak panah sebelum turun dari kendaraan dan belum sempat berdialog. Kapten Sutiman yang berada sekitar lima meter dari lokasi pemukiman jama’ah Warsidi terkena panah beracun dan tewas di tempat,” ungkap Sukidi.

Sukardi salah seorang perancang dan pelaku Geger Talangsari 1989 yang pernah mengancam Sukidi dengan golok, memuji sikap Sukidi yang dinilainya pemberani dan konsisten memegang amanah sebagai Kepala Dusun yang melindungi warga Talangsari dari para pendatang asal pulau Jawa yang membawa paham radikalisme.

Sukidi dan Sukardi bertemu di Way Jepara, Kamis (23/3/2017) dalam suasana batin yang damai dan harmonis. Keduanya berpelukan dan  mengenang peristiwa pahit dalam hidup mereka sebagai pelajaran berharga untuk generasi muda bangsa agar bertindak mencegah setiap kali mengetahui ada benih-benih paham radikalisme yang muncul di lingkungan masing-masing karena dampaknya sangat buruk bagi hidup setiap orang, keluarga, dan masyarakat, serta mengancam keutuhan NKRI.

Demikian pula Sudarsono, perancang panah beracun yang merenggut nyawa Kapten Sutiman. Ia mengagumi Sukidi yang berani berhadap-hadapan dengan setiap orang atau LSM yang kerap menjadikan peristiwa Talangsari sebagai komoditas ekonomi dan politik.

“Peristiwa Talangsari sudah tuntas. Pelaku dan korban sudah islah. Tak ada lagi alasan untuk kita mengungkit-ungkit. Yang terpenting petik hikmahnya. Pesan intinya, Indonesia akan selalu damai dan harmonis jika paham radikalisme lenyap dari Bumi Pertiwi,” imbuh Sudarsono. (tonto/zf)

Featured Post

Lirik Lagu Dikira Masuk Surga - AM Hendropriyono & HAPE Guys

  Lirik Lagu Dikira Masuk Surga - AM Hendropriyono & HAPE Guys KARAWANGPORTAL - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Abdullah Mah...