Notification

×

Iklan

Iklan

>

Aksi Lucu Pemudik Saat Terjaring Penyekatan Arus Balik di Mojokerto

Tuesday, May 18, 2021 | Tuesday, May 18, 2021 WIB Last Updated 2021-05-18T08:59:35Z

kARAWANGPORTAL
Aksi Lucu Pemudik Saat Terjaring Penyekatan Arus Balik di Mojokerto

KARAWANGPORTAL - Mojokerto, Petugas gabungan menghalau puluhan kendaraan pemudik yang akan kembali ke Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya dan Malang. Penyekatan arus balik Lebaran kali ini diwarnai tingkah konyol sejumlah pemudik.

Penyekatan digelar di pos pemeriksaan (check point) PPST Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Pos ini terletak di jalan nasional Madiun-Surabaya yang menjadi salah satu akses utama arus balik Lebaran.

Pemeriksaan yang berlangsung pukul 14.30-15.00 WIB diwarnai tingkah konyol sejumlah pemudik. Seperti ulah AW (30) dan FP (31), pemudik yang akan kembali ke Kecamatan Dlanggu dan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Kedua pria tersebut sempat menolak rapid test antibodi yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, di pos penyekatan PPST Trowulan. Hanya lewat dan takut dengan jarum menjadi alasan mereka menghindari pemeriksaan klinis.

"Saya kan cuma lewat saja Pak, masa harus di-rapid," kata AW kepada tenaga kesehatan yang akan memeriksanya, Senin (17/5/2021).

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander pun turun tangan memberi pemahaman kepada kedua pemudik tersebut. Mereka akhirnya mengikuti prosedur pemeriksaan yang dilakukan petugas.

Hasil rapid test yang reaktif membuat AW dan FP terkejut. Isolasi selama lima hari sudah menghantui mereka. Beruntung hasil rapid antigen menunjukkan mereka negatif dari COVID-19. Sehingga keduanya diizinkan balik ke Bumi Majapahit.

Tidak hanya itu, ada pula sepasang pemudik asal Jombang yang jatuh tersungkur saat diminta putar balik oleh petugas. Karena sepeda motor Honda Megapro yang mereka tunggangi menyenggol mobil sedan di sebelahnya. Beruntung perempuan yang dibonceng hanya mengalami luka lecet di kaki.

"Kami melakukan penyekatan sampai tanggal 24 Mei, yang kami antisipasi adalah arus balik masyarakat yang terlanjur melintasi wilayah Mojokerto melalui jalur-jalur tikus," terang AKBP Dony.

Selama 30 menit penyekatan, petugas gabungan menghalau 32 kendaraan pemudik dari Nganjuk, Jombang, Kediri, Madiun, Trenggalek dan Pacitan. Sebanyak 16 mobil dan 16 sepeda motor itu akan kembali ke Surabaya, Sidoarjo, Malang dan Mojokerto.

Selain itu, 12 pemudik diminta menjalani rapid test antibodi. Mereka akan balik ke Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto dan Surabaya setelah mudik ke Jawa Tengah, Blitar dan sekitarnya.

Hasilnya, hanya dua pemudik yang reaktif. Namun, mereka diizinkan melanjutkan perjalanan setelah hasil rapid antigen mereka negatif dari COVID-19.

"Apabila hasil tes swab antigen positif, kami tes swab PCR. Kalau positif kami isolasi di tempat yang kami sediakan. Mereka tidak diizinkan keluar dari Mojokerto sebelum dinyatakan negatif dari COVID-19," terang Dony.

Ia mengimbau masyarakat Mojokerto yang balik dari kampung halaman secara sukarela menjalani rapid test antibodi di posko kampung tangguh Semeru di setiap desa. Pemeriksaan tersebut untuk mendeteksi potensi penyebaran COVID-19 melalui para pemudik.

"Kalau tidak melapor, tiga pilar desa akan mengecek dan mengisolasi paksa selama lima hari. Harapan kami masyarakat yang tidak mudik tidak terkena COVID-19," pungkas Dony.***Detikcom***

×
Berita Terbaru Update