Notification

×

Iklan

Iklan

Hendropriyono Menjamu Dubes Palestina di Rumahnya

Sunday, June 27, 2021 | 15:52 WIB Last Updated 2021-06-27T08:52:58Z

 

karawangportal
Hendropriyono Menjamu Dubes Palestina di Rumahnya

KARAWANGPORTAL - Jakarta, Beberapa waktu yang lalu ramai di sosmed menuding AM Hendropriyono minta bangsa Indonesia tidak mempedulikan Bangsa Palestina yang tengah menghadap agresor Israel. Tudingan itu tak perlu dijawab dengan kata-kata. Kemarin, Kamis (24/6/2021) Dubes Palestina di Indonesia, Zuhair Al-Shun bersama Madam Fatinah Al-Shun bertamu ke kediaman Jenderal Purnariawan itu di kediaman kawasan Senayan Residence, Jakarta Selatan. Tanpa pengawalan ketat, sang Dubes berbatik biru dipadu celana hitam menampakkan wajah berseri disambut Pak Hendro dan Ibu Taty Hendropriyono di halaman rumah yang asri.

Assalamaualaikum. Welcome, ahlan wasahlan bikhudurikum,” sapa Pak Hendro didampingi Bu Taty. 

Sang Dubes pun berterima kasih, diundang Pak Hendro. Ini disebutnya sebagai bukti keakraban Pak Hendro mewakili bangsa Indonesia dengan bangsa Palestina. Dia pun bercerita telah ditempatkan di sejumlah negara sebagai diplomat, tapi di Indonesia ini paling berbeda, dia jujur mengakui menerima penghormatan dan keramahan persaudaraan yang luar biasa selama di Indonesia ini. 

Sang Dubes bersama isteri pun diajak berbicang akrab di tenda terbuka di halaman rumah. Secangkir teh tarik dan kue talas goreng menemani perbincangan akrab itu. Kadang menggunakan bahasa Inggris dan diseling bahasa Arab. Pada kesempatan itu  Zuhair Al-Shun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Indonesia. Sebab Indonesia telah mendorong sekaligus mendukung bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan.

"Kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya untuk bangsa Indonesia atas seluruh dukungan dan dorongan untuk rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan yang akan datang," kata Zuhar Alshum.

Saya yang diminta menemani Pak Hendro menerima tamu agung itu mengikuti perbincangan hangat penuh persahabatan itu. Sesekali istri Dubes menanya camilan talas yang disebutnya enak. “Oh, ini dalam bahasa Arab disebut alqalaqas,” kata saya membantu menjelaskan.

Oh Alqalaqas, ladzidz jiddan, (lezat sekali)” Madam Fatimah Al-Shun.

Dari teras Dubes Zuhar Alshum pun diajak shahibul bait Pak Hendro dan Bu Taty foto bersama di dengan mobil jip tentara yang dipakainya di masa aktif sebagai prajurit TNI, lalu di depan panser. Wajah Dubes dan istri tampak berseri. Alshaum sempat dicegat wartawan kilai.com untuk menjawab sejumlah pertanyaan menyangkut pertemuan singkat dengan Pak Hendro dan apa yang diharapkan dari peran  Pak Hendropriyono sebagai tokoh nasional. Juga diselipkan tanggapannya tentang Perdana Menteri baru Israel Naftali Bennet. Semuanya dijawab dengan jelas dan mengesankan.

Perbicangan segera beralih ke meja makan, saya dan transeleter bahasa Arab Mush’ab Muqaddas diperkenankan menemani makan siang itu. Perbincangan menjadi lebih akrab sambil menikmati nasi briyani dan jus kurma. Tamu dan shahibul bait saling bertukar pengalaman dan pikiran dari yang ringan-ringan sampai masalah politik yang tentu tak layak untuk diceritakan di tulisan ini.

Masalah ringan yang menjadi obrolan antara lain tentang pengalaman Pak Hendro bersama rombongan para veteraan ke Palestina dua tahun silam. Membahas jenis-jenis makanan Palestina dan perbedaan dengan makanan khas di Timur Tengah pada umumnya seperti di Yordan, Saudi, Kuwait, dan Iran. Juga bercerita tentang nikmatnya kurma Medjool dari Palestina yang sangat terkenal enak itu.

Usai makan sambil berbincang Pak Hendro menyempatkan bertukar cendera mata dan mengajak tamunya melihat foto-foto beserta berbagai suvenir di lantai 1 dan 2 kediaman. Dubes Zuhair dan istri tampak antusias mencermati foto keluarga Hendropriyono maupun kebersamaan Guru Besar intelijen itu dengan para Presiden RI dari Soeharto hingga Joko Widodo.

(IAS)***senayanpost.com***

 

 

 

 

×
Berita Terbaru Update