Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Alasan Kemenhan Libatkan PT TMI dalam Pengadaan Alutsista

Wednesday, June 2, 2021 | 09:36 WIB Last Updated 2021-06-04T07:56:46Z

karawangportal
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meninjau Pameran Industri Pertahanan usai menghadiri Rapat Tingkat Pimpinan Kementerian Pertahanan di Kantor Kementerian Pertahanan,Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Rapat Pimpinan akan berlangsung pada Rabu hingga Kamis 22-23 Januari 2020. TEMPO/Subekti.

KARAWANGPORTAL - Di salin dari Halaman TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Kemhan, Mayor Jenderal Rodon Pedrason mengatakan bahwa pelibatan PT Teknologi Militer Indonesia (PT TMI) dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bukan tanpa alasan.

"Pak Menhan ingin ada wadah bagi ahli-ahli alutsista berteknologi canggih, ahli elektronika, teknokrat-teknokrat, insinyur-insinyur anak bangsa untuk membantu proses transfer of technology agar kita tidak dibohongi lagi oleh makelar-makelar itu ketika beli alutsista," kata Rodon saat dihubungi, Selasa, 1 Juni 2021.

Rodon mengatakan umumnya teknologi itu dikunci oleh prinsipal dalam proses transfer of technology. Dalam hal ini, PT TMI ia sebut berperan sebagai konsultan untuk membantu mencari alutsista terbaik dan agar tidak kecolongan dari sisi alih teknologinya.

"Bukan untuk pembelian atau pengadaan. PT TMI tidak berkontrak dengan Kemhan sama sekali," kata Rodon.

Hal ini senada dengan pernyataan Corporate Secretary PT TMI, Wicaksono Aji, yang mengatakan bahwa PT TMI adalah wadah dari para ahli-ahli alutsista berteknologi canggih, ahli elektronika, dan teknokrat dalam negeri yang mempelajari dan alih teknologi (ToT) dalam proses pencarian alutsista terbaik.

"Peran PT TMI adalah menganalisa dan memberi masukan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, baik itu pemerintah, pendidikan ataupun swasta dalam hal ToT," kata Wicaksono.

Kehadiran PT TMI dikenalkan oleh Prabowo Subianto pada Rosobornexport, agen perantara resmi Rusia untuk ekspor dan impor produk teknologi pertahanan, pada 16 November 2020 lalu. Perusahaan ini menjadi sorotan seiring rencana Kementerian Pertahanan membeli alutsista yang dikabarkan senilai Rp 1.760 triliun dan akan dihabiskan dalam waktu tiga tahun mendatang atau hingga 2024.


×
Berita Terbaru Update