Notification

×

Iklan

Iklan

Kronologis Kebakaran Lapas Tangerang yang Tewaskan Puluhan Napi

Wednesday, September 8, 2021 | 13:16 WIB Last Updated 2021-09-08T06:16:41Z
Kronologis Kebakaran Lapas Tangerang yang Tewaskan Puluhan Napi
Ilustrasi Lapas Kebakaran

 

KARAWANGPORTAL - Kebakaran hebat di Lapas Tangerang , baru berhasil dipadamkan sekira pukul 03.00 WIB. Api diketahui mulai membakar lapas selama 2 jam, sedari pukul 01.45 WIB. 

Kapolrestro Tangerang, Kombes Pol Deonijiu De Fatima menceritakan kronologis peristiwa nahas itu. Dikatakan, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 01.45 WIB dari Blok C. "Api berhasil dipadamkan pukul 3 pagi. 

Api berkobar dari pukul 01.45 WIB. Kemungkinan besar kebakaran ini berlangsung selama dua jam lebih," kata Deonijiu, kepada wartawan di Lapas Tangerang, Rabu (8/9/2021). 

Saat api membesar, napi penghuni Blok C bersama dengan anggota jaga melaksanakan pengecekan ke ruang tahanan Blok C dan berusaha untuk melakukan evakuasi. 

Nahas, dalam proses evakuasi itu, petugas hanya berhasil menyelamatkan sekira 20 orang napi. Sedang sebanyak 100 orang napi dilaporkan tidak berhasil dilakukan evakuasi karena api yang semakin membesar. 

"Polres di dukung tim dari Polda melakukan pengamanan di TKP dan penyelamatan terhadap warga binaan dan upaya memadamkam dan mengisolasi agar api tidak meluas. Itu langkah awalnya," jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kebakaran hebat melanda Lapas Tangerang. 

Puluhan narapidana dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa itu. Tampak dalam foto-foto yang beredar, kondisi dalam lapas hangus terbakar api. Kamar narapidana, dan halaman Lapas Tangerang tampak sangat memprihatinkan. 

Pada foto yang beredar juga tampak kobaran api masih menyala di dalam lapas. Pagar besi, dan kawat tampak mengelilingi kawasan lapas tersebut. Sejumlah petugas lapas juga tampak berada di lokasi. 

Informasi yang diperoleh, korban tewas berjumlah 41 orang, 72 orang luka ringan dan 8 orang luka berat. Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang dan RSU Sitanala. (metro.sindonews.com)

×
Berita Terbaru Update