Notification

×

Iklan

Iklan

Zaman Semakin Gila: Artificial intelligence, Teman atau Musuh Manusia?

Friday, December 24, 2021 | 19:19 WIB Last Updated 2022-01-03T12:21:03Z

(Foto: TheDigitalBridges.com)

KARAWANGPORTAL - Pernahkah terlintas dipikiran kita bahwa sesuatu yang diciptakan, bisa jadi akan lebih hebat dari yang menciptakan?
Saya bertanya pada sebagian teman saya, diantara mereka ada yang beranggapan sesuatu yang diciptakan mungkin akan memiliki aspek positif dan negatif tersendiri, bisa jadi positifnya ialah sesuatu yang tidak ada pada penciptanya dan begitu pula dengan aspek negatifnya. 

Namun ada yang dengan keras menolak pemikiran tersebut, bagaimana mungkin ciptaan mengalahkan penciptanya, karena untuk menciptakan sesuatu pencipta butuh pengetahuan terhadap apa yang diciptakan. 


Saya pernah mendenger kisah seorang chest grand master bernama Garry Kasprov, yang selalu menang dalam pertandingan catur kelas dunia dan belum pernah terkalahkan, tetapi kejayaannya seketika terhenti ketika melawan robot bernama deep blue dengan hanya 19 kali Gerakan saja. Mungkin kalian beranggapan “halah, jelas kalah lawannnya adalah mesin bukan manusia” tapi pernahkah terlintas dibenak kita, kok bisa hasil buatan manusia mengalahkan penciptanya? Inilah yang dinamakan artificial intelligence (AI).


Bagi yang belum mengenal apa itu AI, simpel nya AI adalah hasil pemrograman komputer yang bisa berkerja seperti manusia. Sehingga tak heran bahwa AI digadang gadang akan menggantikan posisi manusia mulai dari pekerjaan terkecil hingga bisa memimpin suatu negara. Mari kita renungkan kasus garry kasprov diatas, beliau pandai karena memainkan catur berulang kali begitupun dengan robot deep blue, sebelum melawan garry kasprov, deep blue sudah mengulang permainan catur berkali kali bahkan melawan dirinya sendiri. 


Disetiap perminan dia akan merekam hal apa yang kurang dan akan diperbaiki di permainan berikutnya. Bayangkan manusia hanya bisa mengulang catur beberapa kali dalam sehari, tetapi mesin / robot dapat mengulang perminan ratusan bahkan jutaan kali dalam waktu yang bersamaan. Manusia tidak akan pernah bisa bersaing dengan kecerdesan artificial intelligence. Tetapi hanya manusia yang dapat memahami, menganalisa dan mengendalikan artificial intelligence.

 
Tak perlu khawatir, karena sejatinya AI diciptakan bukan untuk menghancurkan kehidupan manusia, karena penciptanya adalah manusia, hal yang tidak mungkin jika manusia sengaja menciptakan sesuatu yang bisa mengancam kehidupannya sendiri. AI diciptakan untuk hidup berdampingan dan mempermudah segala aktifitas manusia.

 
Ada yang pernah masuk parkir rumah sakit? Atau parkir mall? Ketika kita tiba dengan otomatis akan muncul suara, “silahkan tekan tombol hijau untuk mencetak tiket parkir” pertanyaannya, dari mana dia tau kalau kita ada disana? Apakah ada orang yang dengan sengaja memencet tombol ketika ada orang yang akan parkir, sehingga bunyi suara tersebut? Tentu tidak. Bahkan disuatu tempat, tiket parkir tersebut tidak dijaga oleh satu orang pun. Inilah yang dinamakan pemrograman atau manusia sudah memasukan data base yang akan terekam otomatis oleh robot ketika ada orang yang akan parkir. Disini bisa kita lihat, manusia lah yang mengendalikan artificial intelligence dengan masukan data kepada big data yang dimiliki oleh robot AI.


Mungkin Sebagian orang sudah menyadari dan khawatir ketika pekerjaan sesimpel itu saja telah tergantikan oleh robot, karena beberapa tahun kebelakang tidak ada kecanggihan seperti ini. Mari kita renungkan kembali dengan berbagai kemungkinan kemungkinan pahit yang akan kita hadapi di tahun tahun yang akan datang. 

Hidup di zaman yang sudah sangat moderen atau pada revolusi indutri 4.0 dimana segala hal sudah pasti teringerasi dengan teknologi. Sebagai manusia yang diciptakan untuk menjadi khalifah dimuka bumi tentu akan sangat malu jika menganggap kecanggihan ini menjadi boomerang dan awal kehancuran dirinya sendiri. Manusia akan tetap menjadi khalifah di setiap zaman yang dia pijaki.

 
Robot tidak akan pernah mengantikan posisi manusia karena pencipta robot hanya manusia dan pencipta manusia adalah Tuhan yang maha kuasa, sudah dipastikan apapun kondisinya ciptaan Tuhan akan lebih unggul dari apapun. Sekarang kita bayangkan ditahun sekarang saja kecanggihan sudah sangat tidak masuk akal, semua ada dan terlihat ajaib. 

Bayangkan akan segila apa kehidupan dunia dipulahan tahun yang akan datang. Ini bukan ancaman, disetiap zaman pasti ada tekanan dan tantangan tersendiri, inilah hal fokus yang sharunys manusia lakukan, fokus mengejar Pendidikan setinggi tingginya, fokus mengembangkan minat dan bakat bukan hanya fokus memikirkan nasib ketika AI sudah merajarela.

 
Mulai lah untuk membuka pola pikir kita, pola pikir yang sudah teradaptasi dengan era modern dan meninggalkan pola pikir kuno yang beranggapan manusia akan pasti hancur karena AI. 

Menjadikan AI teman atau musuh ialah tegantung bagaimana kita mengganggapi nya. Yang membedakan antara kita dengan mesin adalah kita dinamis dan robot statis. Kita mempunyai emosi sedangkan robot tidak, walaupun sebenrnya ditemukan robot yang memiliki emosi seperti robot Sophia, robot ini tetap tidak bisa se-perasa manusia, emosinya hanya sebatas apa yang telah diprogram. 

Kita tidak bisa menolak arus teknologi apalagi memperlambat yang justru harus kita lakukan ialah tetap mempercepat moderenisasi. Salah satu manfaat ketika manusia bekerjasama dengan artificial intelligence ialah ingat bahwa kita bisa menciptakan robot yang dapat mengalahkan Garry kasprov seorang master yang sudah menggeluti bidang catur puluhan tahun, sementara robot ini baru belajar catur hanya beberapa bulan saja.

 
Saya sebagai orang awam dengan melihat kemampuan AI yang sangat luarbiasa kenapa kita tidak menciptakan AI yang bisa membantu dokter dalam menemukan obat alzhaimer atau kangker atau HIV dengan cepat yang kalau diteliti oleh manusia akan sangat memakan waktu yang lama, dan saya optimis bahwa nanti akan ada robot AI yang bisa memecahkan maslah seperti ini. Dibalik kecerdasan robot artificial intelligence ada seseoarng yang luar biasa yang telah menciptakan hal se-menakjubkan ini. 

Penulis: Lukman Akbar Maulana
Perguruan Tinggi asal: Universitas Singaperbangsa Karawang
Program studi: S1 Pendidikan bahasa Inggris



×
Berita Terbaru Update