MOM BITI, 6 Hal penyebab kamu batal naik ke pelaminan. Jangan sampai begini, ya

BREAKING NEWS

Advertisement

MOM BITI, 6 Hal penyebab kamu batal naik ke pelaminan. Jangan sampai begini, ya

Saturday, July 4, 2020

 6 Hal penyebab kamu batal naik ke pelaminan
Screen Shoot Yutube Mom Biti  6 Hal penyebab kamu batal naik ke pelaminan
KARAWANGPORTAL - Hello warganet kali ini Mom Biti akan membagikan tips dan trik 6 Hal penyebab kamu batal naik ke pelaminan Gedung dan katering sudah dipesan, daftar tamu sudah dibuat, baju pengantin tinggal fitting terakhir, undangan pun sudah dicetak dan siap disebar. Perjalanan menuju pelaminan tinggal selangkah lagi, namun di tengah persiapan, salah satu pihak membatalkan hari penting yang sudah ditunggu-tunggu itu. Apa yang salah?

Bukan jodoh, mungkin menjadi jawaban paling umum yang bisa terlontar. Tapi tak ada asap, tak akan ada api. Banyak faktor yang menyebabkan sepasang calon pengantin membatalkan pernikahan di saat-saat terakhir. Psikolog Ratih Ibrahim memaparkan beberapa penyebabnya.

1. Ketakutan
Ketakutan akan memasuki tahapan hidup yang sama sekali berbeda dengan kehidupan sebelumnya menjadi salah satu faktor. Hal itu karena secara mental sang calon pengantin belum terlalu siap, namun tak ada keberanian untuk mengungkapkannya di awal. Sehingga saat mendekati hari 'H' ketakutan itu memuncak dan akhirnya terjadilah pembatalan pernikahan.
2. Ada Keraguan di Saat-saat Terakhir
"Bisa juga di saat terakhir dia baru merasa nggak sreg, bukan pada pernikahan tapi sama pasangannya. Lho, kemarin ke mana aja? Mungkin pada saat pacaran memang dia berproses tapi masih mikir, 'kayaknya bisa deh'," tutur Ratih saat berbincang dengan wolipop di kantornya, di Rukan Aries Niaga Jl. Taman Aries, Jakarta Barat, Senin (7/5/2012).

Menurut psikolog lulusan Universitas Indonesia ini, semakin mendekati hari 'H' biasanya rasa tidak 'sreg' itu semakin kuat. Sang calon pengantin semakin merasa kalau pasangannya selama ini bukanlah orang yang tepat untuknya. Hal itu bisa terjadi bahkan pada pasangan yang telah menjalin hubungan asmara cukup lama, misalnya lebih dari lima tahun. Ratih berpendapat itu hal yang sangat manusiawi. Ia menuturkan banyak juga pasangan yang akhirnya menikah walau belum merasa mantap karena berbagai pertimbangan. Baik itu tekanan sosial, budaya, ekonomi, dan sebagainya.

"Apakah pernikahan yang akhirnya dipaksakan itu berjalan dengan baik? Belum tentu juga," tegas ibu dua anak yang menjabat sebagai presiden direktur Personal Growth Counseling and Development Center ini.

3. Faktor Sosial
Gagal menikah, bisa juga karena status sosial pasangan yang tidak satu level, perbedaan budaya atau permusuhan antar keluarga masing-masing pasangan. Perbedaan etnis dan agama juga jadi faktor penyebab batalnya pernikahan.

"Sudah tahu beda suku atau agama, pertama kayaknya bisa nih (dijalankan), tapi baru tahu ternyata emang nggak siap. Atau ternyata makin dekat dia ternyata nggak cocok. Ada hal-hal yang terjadi along the way menuju pernikahan. Jadi emang secara sosial nggak siap aja," tutur ibu dua anak ini.

4. Tidak Cukup Ada Rasa Cinta
"Rasa tidak sreg itu bisa terjadinya bukan tiba-tiba. Tapi keberaniannya untuk memutuskan untuk tidak jadi menikah munculnya belakangan. Makin lama makin kuat dorongannya," terang Ratih.

Menyadari ternyata tidak ada cukup rasa cinta jelang minggu atau bulan-bulan terakhir menjelang menikah juga bisa menjadi salah satu faktirnya. Selama ini yang diperhatikan hanya pertimbangan logis tanpa terlalu memikirkan perasaan yang sesungguhnya.

5. Kehadiran Orang Ketiga
Berdasarkan faktor keempat, dimana calon pengantin menemukan bahwa pasangan tidak cukup untuknya, kehadiran orang ketiga sangat mungkin membuat rencana pernikahan akhirnya batal. Rasa yang tidak cukup kuat rentan membuat sebuah hubungan hancur.

"Dia menemukan, ternyata dia tidak cukup mencintai pasangannya. Misalnya, ada orang lain 'nyelip di tikungan' atau ternyata masih ada orang ketiga, keempat, kelima," ujar Ratih.

6. Hati yang Kurang Mantap
Dilihat dari sisi psikologis, selain ketidaksiapan juga ketidakmantapan. Ratih berujar, tidak mantap belum tentu karena tidak siap. Ada kesiapan secara mental, namun terdapat hal-hal yang membuat sang calon pengantin menjadi ragu. Misalnya saja, secara finansial maupun sosial dia merasa sudah siap. Namun ada sesuatu yang dirasa masih mengganjal.

"Bukan karena nggak siap sama kamu, tapi ternyata ada ganjalan dan itu bisa macam-macam. Bisa karena ideologi, politik, bisa salah satu bisa juga kombinasi dari beberapa aspek. Bisa personal, bisa inter-relational juga. Faktor lingkungan juga mempengaruhi. Banyak banget sebabnya," ujar wanita 46 tahun ini.

Featured Post

Lowongan Kerja Staf Dubes Kementerian Luar Negeri Pendaftaran Dibuka 1 Agustus

KARAWANGPORTAL -  Disalin dari halaman tribunnewswiki Lowongan kerja di Kementerian Luar Negeri dibuka. Kementerian Luar Negeri membu...