PKS Takut Nadiem Dipilih Jadi Mendikbud Akan Memberangus Ajaran Radikalisme

BREAKING NEWS

Advertisement

PKS Takut Nadiem Dipilih Jadi Mendikbud Akan Memberangus Ajaran Radikalisme

Tuesday, July 7, 2020

PKS Takut Nadiem Dipilih Jadi Mendikbud Akan Memberangus Ajaran Radikalisme
PKS Takut Nadiem Dipilih Jadi Mendikbud Akan Memberangus Ajaran Radikalisme
KARAWANGPORTAL - Hello warganet disalin dari Halaman seword,com Presiden Jokowi kali ini bertindak dari kebiasaan yang selama ini dijalankan. Jika sebelumnya kalangan publik sudah tahu bahwa Menteri Agama diambil dari kalangan NU dan Menteri Pendidikan diambil dari kalangan Muhammadiyah. Tetapi kali ini Presiden Jokowi justru tidak mengambil dari kedua-duanya.

Jika Menteri Agama kali ini tidak dipilih dari kalangan NU, maka Menteri Pendidikan pun tidak diambil dari kalangan Muhammadiyah. Menteri Agama dipilih dari kalangan TNI yaitu Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi sedangkan Menteri Pendidikan diambil dari kalangan bisnis yaitu Bos Gojek Nadiem Makarim.

Saya rasa apa yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi sudah benar. Presiden tak mau lagi ada tarik menarik antara NU dan Muhammadiyah. Jika NU tidak mendapatkan posisi Menteri Agama maka Muhammadiyah pun tidak mendapatkan posisi Menteri Pendidikan. Adilkan?

Namun kali ini saya tidak ingin menyoroti Menteri Agama dari kalangan TNI. Bahkan di media sosial Twitter sudah digaungkan tagar TolakMenag. Mungkin dari kalangan NU sedikit kecewa kenapa Menteri Agama sekarang ini tidak lagi dari kalangan NU. Saya turut merasakan kekecewaan dari rekan-rekan NU. Tapi kita harus juga mengerti apa yang dikehendaki oleh Presiden, karena beberapa kali Menteri Agama terlibat dalam kasus-kasus yang akhirnya bisa merusak nama besar NU.

Dan juga Wakil Presiden sekarang ini juga dari NU, jadi saya mengharapkan saudara-saudara di NU dapat memakluminya kenapa sekarang ini Presiden memilih Menteri Agama dari kalangan TNI.

Kali ini kita akan membahas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) baru kita yaitu Nadiem Makarim yang dari kalangan milenial dan bisnis itu. Apa yang diharapkan dari Mendikbud baru ini? Mungkin salah satunya adalah mereformasi bidang pendidikan agar lebih kekinian. Lebih berorientasi kepada lapangan kerja. Dan lebih berbasis digital seperti latar belakang Nadiem Makarim.

Karena Nadiem bukan dari kalangan pendidikan maka banyak yang meragukan Nadiem akan membawa pendidikan Indonesia lebih baik dari sekarang ini. Tetapi kita tahu bahwa Mendikbud dari kalangan pendidikan pun tidak selamanya dapat membuat pendidikan kita lebih baik, seperti Anies Baswedan yang tidak ada gebrakan sama sekali sehingga dipecat oleh Presiden Jokowi.

Nadiem yang bukan berlatar belakang pendidikan itu diharapkan dapat mendobrak kemonotonan dunia pendidikan kita selama ini. Dunia pendidikan kita yang tak mengalami perubahan sudah sejak lama itu. Nadiem diharapkan untuk dapat memberikan nuansa baru di dunia pendidikan yang beda dari yang ada sekarang ini.

Dunia pendidikan kita selama ini sudah dijejali oleh paham-paham radikal yang tidak berorientasi pada kesatuan dan persatuan bangsa. Tetapi dunia pendidikan kita malah diajari saling membenci satu sama lain yang berbeda keyakinan. Jika kamu tidak sama dengan kita, maka kamu adalah musuh kita. Itulah yang selalu ditanamkan kepada anak didik kita sejak dini.

Jadi ditakutkan pada suatu masa nanti, anak-anak kita akan saling benci membenci antara satu dengan lainnya yang berbeda keyakinan. Inilah yang ditakutkan akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa yang sudah terbina sejak lama itu.

Keterpilihan Nadiem menjadi Mendikbud membuat mereka yang sejak dini menanamkan paham radikalisme itu mulai khawatir. Mereka khawatir Mendikbud yang baru ini akan dengan tegas menolak pengajaran-pengajaran radikal yang memecah bangsa itu.

Salah satu yang ketakutan bahwa Mendikbud baru akan melarang pengajaran radikalisme kepada anak didik itu adalah PKS. Secara halus PKS meragukan Nadiem akan membawa pendidikan Indonesia lebih baik.

"Ada juga nama yang mungkin juga terlihat asing pada pos kementerian yang ditugaskan. Misal saja, Nadiem Makarim dari CeO Gojek diberikan tugas sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ini tentunya publik bertanya latar belakang penunjukan pebisnis sebagai menteri pendidikan," kata Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsyi di Jakarta, Rabu (23/10).

Sebenarnya PKS bukan meragukan Nadiem akan bisa membawa pendidikan Indonesia lebih baik atau tidak. Tetapi PKS ketakutan dengan ditunjuknya Nadiem sebagai Mendikbud akan melarang pengajaran-pengajaran yang memecah belah bangsa yang selama ini diterapkan oleh PKS di sekolah-sekolah. Inilah yang ditakutkan oleh PKS dan bukan karena Nadiem tidak bisa membawa pendidikan Indonesia lebih baik.

Kita tahu bahwa Nadiem Makarim adalah seorang yang sangat pluralis. Bahkan keluarganya pun demikian sangat menghormati perbedaan agama. Jika tidak, tentu keluarganya tidak mengizinkan Nadiem menikahi istrinya yang berbeda agama tersebut. Dan sampai sekarang pun istri Nadiem berbeda keyakinan dengan dirinya, begitu juga dengan anak-anaknya.

Jika Mendikbud baru menindak tegas semua pengajaran yang mengarah ke radikalisme maka tamatlah riwayat partai yang selama ini selalu menjadikan agama sebagai tameng itu.

Bukan begitu kura-kura? seword.com

Featured Post

Digosipin Anunya Kecil ke Publik, ASN Laporkan Istri ke Polisi

KARAWANGPORTAL - H (48), seorang ASN yang bertugas sebagai kepala pasar di Kabupaten Probolinggo, melaporkan istrinya, P (46) ke Polres Pro...