Notification

×

Iklan

Iklan

>

Hujan di Bandung Banjir di Karawang, Apes Korban Janji Politik Warga Karangligar

Sunday, May 30, 2021 | Sunday, May 30, 2021 WIB Last Updated 2021-05-30T01:01:43Z

karawangportal
Hujan di Bandung Banjir di Karawang, Apes Korban Janji Politik Warga Karangligar

KARAWANGPORTAL - KARAWANG, Bukan hanya masyarakat Desa Wadas Kecamatan Telukjambe Timur saja yang selalu dihantui bencana banjir akibat luapan air Kali Kalapa saat hujan turun. Hal serupa juga telah terjadi selama belasan tahun menimpa nasib apes atau sial warga Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat.

Kenapa bisa disebut apes?. Karena tak ada hujan tak ada angin di Karawang, ratusan rumah warga Karangligar tetap dikepung banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibe’et, pasca di bagian hulu Sungai Citarum, yaitu di Bandung dan Bogor diguyur hujan.

Selasa (25/5/2021) kemarin, sedikitnya ada 110 rumah dari tiga desa di Kecamatan Telukjambe Barat kembali harus ‘direpotkan’ oleh kepungan banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Citarum dan Cibe’et, pasca di hulu Bandung dan Bogor diguyur hujan.

Dari pergantian bupati ke bupati, gubernur ke gubernur, sudah belasan tahun warga Karangligar ini harus menunggu solusi penanganan banjir dari pemerintah. Bahkan di setiap momentum politik, warga Karangligar terkesan hanya dijadikan komoditas untuk politic interest.

Warga Karangligar selalu menjadi korban janji-janji politik. Mereka selalu dijanjikan ‘angin surga’ penanganan banjir di desanya oleh calon pejabat ataupun calon wakil rakyat.

Faktanya pasca pileg, pilkada hingga pilgub selesai, warga Karangligar tetap dikepung banjir. Lagi-lagi emosi warga harus kembali direndam sementara dengan bantuan mie instan maupun sembako dari pemerintah setiap kali banjir terjadi.

Selasa (25/5/2021), Wakil Bupati Karawang, H. Aep Syaepulloh terpantau sedang meninjau lokasi banjir di Karangligar. Sebagai wakil bupati yang baru beberapa bulan dilantik, H. Aep mengaku akan segera melaporkan hasil tinjauannya kepada Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, tentang bagaimana percepatan penanganan banjir di Karangligar harus dilakukan dengan mengajak pemerintah pusat.

“Kita akan segera mendorong kepada pemerintah pusat, untuk segera melakukan penanganan banjir di wilayah ini yang sudah terjadi bertahun-tahun,” kata Wabup Aep, dilansir dari Diskominfo Karawang.

Sementara berdasarkan catatan Redaksi BukanBerita.com, jika bencana banjir di Desa Wadas akibat luapan Kali Kalapa saja sedang dilakukan penanganannya dengan cara normalisasi Kali Kalapa dan pembuatan embung, maka kenapa tidak bencana banjir di Karangligar juga segera dicarikan solusinya oleh pemerintah.

Betul memang, solusi penanganan banjir di Desa Wadas akibat luapan Kali Kalapa bisa disegerakan solusinya. Karena banjir di desa ini bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Melainkan juga tanggungjawab sejumlah pengelola kawasan yang membuat wilayah resapan air Desa Wadas semakin berkurang. Sehingga solusi banjir di Desa Wadas dengan normalisasi Kali Kalapa dan pembuatan embung juga dilakukan secara konsorsium.

Lantas apa solusi penanganan banjir di Karangligar?. Maka, persoalan inilah yang sedang membutuhkan kerja-kerja cepat tangan dingin dari pemerintahan Cellica-Aep. Terlebih bagi Bupati Cellica, jangan satu periode menjabat sebagai wakil bupati dan sampai dua periode sebagai Bupati Karawang, tetapi tidak ada solusi untuk penanganan banjir di Karangligar.

Hujan terjadi di Bandung dan Bogor. Sungai Citarum dan Cibe’et meluap akibat kiriman air dari hulu. Maka Karangligar dan sekitarnya dipastikan dikepung banjir.

Asbabnya sudah diketahui. Maka tinggal solusi di wilayah hulu dan hilir yang harus disegerakan oleh Pemda Karawang maupun Pemprov Jabar. Entah dengan normalisasi, pembuatan embung atau bahkan lembuatan bendungan lagi di hulu dan di hilir, yang pasti jangan sampai warga Karangligar dan sekitarnya terus-terusan dihantui banjir.

Terus-terusan termakan janji-janji politik oleh calon pejabat maupun calon wakil rakyat dalam setiap momentum politik. Dan warga terus-terusan hanya diberikan bantuan mie instan dan sembako setiap kali banjir terjadi di Karangligar. Padahal yang dibutuhkan warga adalah solusi. Bukan sekedar janji-janji.***BukanBerita.com***

×
Berita Terbaru Update