Notification

×

Iklan

Iklan

Cerita Jokowi Telepon PM India soal Kasus Corona Turun Signifikan: Kenapa Bisa?

Wednesday, June 30, 2021 | 18:07 WIB Last Updated 2021-06-30T11:07:03Z

KARAWANG PORTAL
Cerita Jokowi Telepon PM India soal Kasus Corona Turun Signifikan: Kenapa Bisa?

KARAWANGPORTAL - Presiden Jokowi bercerita sempat mengubungi Perdana Menteri India, Narendra Modi, untuk menanyakan langkah yang diambil negara tersebut dalam menurunkan angka penularan corona. Hal tersebut bukan tanpa sebab.

India merupakan salah satu negara yang terdampak parah COVID-19. Berdasarkan data dari Johns Hopkins University and Medicine, per hari ini, Rabu (30/6), ada total 30,3 juta kasus positif di India dengan angka kematian 398.454 ribu jiwa.

Angka penularan kasus di India sempat mencapai rekor pada Sabtu 1 Mei 2021 lalu. Angkanya, yakni 401.993 kasus baru dicatatkan dalam 24 jam, berdasarkan laporan Reuters. Angka ini menunjukkan 'tsunami' corona masih terjadi di sana.

Tetapi tak berselang lama, yakni pada Senin 28 Juni 2021, India melaporkan angka yang turun drastis mencapai 46.148 kasus saja dalam 24 jam. Hal tersebut berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan India yang dikutip Reuters.

Kondisi serupa juga terjadi beberapa bulan sebelumnya. Kenaikan dan penurunan kasus di India terjadi begitu cepat.

Atas dasar adanya penurunan kasus yang signifikan itulah, Jokowi menelepon Modi.

"India pernah di 2020 berada di angka 50 ribu kasus aktif per hari kemudian turun 9 ribu per hari dan di awal Februari naik eksponensial dari 9 ribu menjadi 370 ribu per hari, lompatan yang sangat eksponensial sekali," kata Jokowi, Rabu (30/6).

"Dan saat ini sudah turun anjlok lagi menjadi 50 ribu kasus per hari. Kita belajar dari sana, tanya Pak Menkes, bulan Januari telepon Menkes India, saya juga telepon Perdana Menteri India Narendra Modi kenapa bisa kejadian seperti itu," sambungnya.

Jokowi mengatakan, hal hampir juga terjadi di Inggris. Tetapi, berbeda dengan India, kasus di Inggris saat ini kembali tinggi usai sebelumnya menurun. Lainnya, seperti di Australia yang menerapkan lockdown karena kasus naik.

Berkaca dari negara-negara tersebut, Jokowi pun meminta masyarakat untuk tetap waspada akan potensi lonjakan kasus corona.

"Sebab itu, kita mengajak seluruh pihak untuk hati-hati, jangan lengah, semuanya harus waspada, jangan hanya berbicara ekonomi, ekonomi, ekonomi tetapi tidak melihat kesehatan. Tapi jangan melihat kesehatan, kesehatan, kesehatan tapi tidak melihat ekonomi, dua-duanya harus berjalan beriringan," ucapnya.

Ia kemudian membeberkan kasus aktif di Indonesia. Pada Januari, saat ia menelepon PM India dan belajar ke sana, kasus saat itu di Indonesia pada Februari naik mencapai 176 ribu kasus aktif. Pernah juga turun pada pertengahan Mei menjadi 87 ribu.

"Pernah turun, di Mei pertengahan, 18 Mei saya ingat sudah turun menjadi 87.000 kasus (aktif). Sudah turun dalam 4 bulan. Pelan pelan turun sampai 87.000. Tetapi begitu ada liburan, liburan Lebaran kemarin plus varian baru, hari ini kita naik, melompat dua kali lipat lebih menjadi 228.000," ucapnya.

"Inilah yang saya sampaikan kita harus hati-hati, kita harus tetap waspada, kita tidak boleh lengah," pungkasnya. ***MSN.COM***





 

 

 

×
Berita Terbaru Update