Notification

×

Iklan

Iklan

Saturasi Oksigen Pasien COVID-19 Sering Drop, Normalnya Berapa Sih? Cek Faktanya

Friday, July 2, 2021 | 10:00 WIB Last Updated 2021-07-02T03:00:04Z

 

Saturasi Oksigen Pasien COVID-19 Sering Drop, Normalnya Berapa Sih?
Tingkat saturasi oksigen dalam darah yang normal. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Juanmonino)

KARAWANGPORTAL - Jakarta -Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika terinfeksi virus Corona adalah tingkat saturasi oksigen. Organisasi Kesehatan dunia (WHO) telah menyarankan setiap pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri wajib memiliki oximeter.

Saturasi oksigen pasien COVID-19 seringkali turun, berapa sih normalnya?

Apabila menggunakan oximeter, kita dapat mengetahui tingkat saturasi oksigen dalam darah. Hasil pengukurannya akan terlihat dalam satuan persen.

Berikut saturasi oksigen yang normal dengan menggunakan oximeter.

  • Saturasi oksigen di dalam darah normal: 95-100 persen
  • Saturasi oksigen di dalam darah rendah: kurang dari 90 persen.

Menurut WHO, COVID-19 dapat menyebabkan penurunan tingkat saturasi oksigen secara tiba-tiba. Oleh karenanya, Oximeter diperlukan untuk berjaga-jaga ketika melaksanakan isolasi mandiri.

"Hal lain dalam pedoman yang baru adalah bahwa pasien COVID-19 di rumah harus menggunakan oximeter nadi, yang mengukur kadar oksigen. Sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah di rumah kondisinya memburuk, atau akan lebih baik dirawat di rumah sakit," kata juru bicara WHO Margaret Harris beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Reuters.

Apa yang terjadi jika saturasi oksigen pasien COVID-19 drop terlalu rendah?

Ketika tingkat saturasi oksigen berada di bawah normal, maka pasien COVID-19 berisiko terkena happy hypoxia. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa, karena kekurangan oksigen dalam dalam darah dengan waktu yang cukup lama dapat menyebabkan kerusakan fungsi organ.

Tak jarang pasien COVID-19 yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terkena happy hypoxia. Pasalnya, pasien yang mengalami kondisi ini biasanya tidak merasakan sesak napas, namun pada kondisi tertentu ia bisa tiba-tiba sesak napas dan berisiko fatal.

"Salah satunya mungkin karena tidak terdeteksi dari awal jadi ada banyak pasien yang merasa 'oh saya sehat-sehat saja' ternyata sudah timbul happy hypoxia terlebih dahulu di rumah," ucap dokter sekaligus penyintas COVID-19 Twindy Rasati beberapa waktu lalu.

Sangat penting untuk memantau saturasi oksigen pasien COVID-19, terutama jika sang pasien sedang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pada happy hypoxia yang dialami pasien COVID-19, berkurangnya kadar oksigen dalam darah kerap tidak disadari.(ryh/up)

 

 

***Source : dtikcom***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

×
Berita Terbaru Update