Notification

×

Iklan

Iklan

Keras! AHY Tuding PDB RI Naik 7,07% Hanya Pertumbuhan Semu Lantaran........

Tuesday, August 24, 2021 | 11:57 WIB Last Updated 2021-08-24T04:57:45Z
Keras! AHY Tuding PDB RI Naik 7,07% Hanya Pertumbuhan Semu Lantaran........
Foto: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Tangkapan Layar Youtube CSIS Indonesia)

 

KARAWANGPORTAL - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pidato kebangsaan dalam rangkaian peringatan 50 Tahun CSIS Indonesia yang berlangsung secara virtual pada, Senin (23/8/2021). 

Dalam pidatonya, AHY turut menyinggung kondisi perekonomian tanah air. Menurut dia, ekonomi Indonesia satu setengah tahun terakhir mengalami tekanan yang cukup signifikan. 

AHY menyebut resesi ekonomi terjadi, ditandai oleh kontraksi pertumbuhan ekonomi selama empat kuartal berturut-turut, yaitu mulai kuartal II-2020 hingga kuartal I-2021. "Sebenarnya kita menyambut gembira pertumbuhan 7,07% di kuartal II-2021 ini.

Namun sayangnya, pertumbuhan ini dinilai sejumlah lembaga riset sebagai pertumbuhan semu, yang dampak positifnya belum dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar AHY. 

"Karena memang statistik tersebut lebih ditopang oleh kontribusi perdagangan ekspor yang tinggi, sedangkan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat masih lesu," lanjutnya. 

AHY menambahkan, angka kemiskinan juga diprediksi akan mengalami peningkatan lagi setelah diberlakukannya PPKM Darurat akibat lonjakan kasus Covid-19.

"90% UMKM yang selama ini menjadi rumah bagi mayoritas tenaga kerja dan sekaligus basis kekuatan ekonomi nasional kita, terdampak serius di sisi penjualannya. 

Akibatnya, tingkat pengangguran terbuka terproyeksikan kembali naik setelah PPKM Darurat," kata AHY. "Selanjutnya, peningkatan angka kemiskinan dan pengangguran ini tentu akan berkorelasi langsung terhadap meningkatnya ketimpangan sosial di masyarakat," lanjutnya. 

Lebih lanjut, AHY menyebut pelemahan ekonomi Indonesia juga terlihat dari penurunan Gross National Income (GNI) Per Capita dari US$ 4.058 di tahun 2019, menjadi US$ 3.870 di tahun 2020. 

Indonesia dinyatakan turun kelas dari status upper-middle income country menjadi lower-middle income country. "Pascapandemi, kita semua harus segera mengubah keadaan ini, agar Indonesia tidak lebih lama terjebak dalam middle income trap," ujar AHY. cnbcindonesia.com/artikelasli

×
Berita Terbaru Update