Jumlah Positif Corona di DKI Melonjak Drastis Lagi

BREAKING NEWS

Advertisement

Jumlah Positif Corona di DKI Melonjak Drastis Lagi

Tuesday, June 9, 2020

Jumlah Positif Corona di DKI Melonjak Drastis Lagi
Jumlah Positif Corona di DKI Melonjak Drastis Lagi
KARAWANGPORTAL - Jumlah kasus positif infection crown (Covid-19) di DKI Jakarta kembali melonjak setelah dua pekan dari Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Idul Fitri dirayakan pada 24 Mei 2020, dan dua pekan setelahnya yakni 7 Juni, berdasarkan information dari laman pemantauan infection crown di Jakarta, pada tanggal 7 Juni terjadi penambahan 160 kasus positif di Jakarta.

Lihat juga: Kantor Tak Patuhi Aturan PSBB Transisi, DKI Ancam Beri Sanksi

Padahal, selama dua pekan periode 25 Mei-7 Juni, penambahan kasus harian di ibu kota cenderung di bawah 100. Bahkan, pada 4 Juni 2020 penambahan kasus positif harian sempat menyentuh angka 61 kasus positif.

Selama dua pekan periode tersebut tercatat terjadi penambahan 1.318 kasus di Jakarta atau rata-rata penambahan kasus harian yakni 94,1 kasus.

Kendati demikian, secara all out, penambahan kasus selama dua pekan itu masih lebih sedikit dibanding dua pekan periode sebelumnya.

Pada periode 11 hingga 24 Mei, tercatat penambahan kasus di Jakarta mencapai 1.366 kasus atau rata-rata sekitar 97 kasus per harinya.

Di sisi lain, penambahan pasien yang sembuh selama dua pekan setelah lebaran juga ikut mengalami kenaikan. Pada 7 Juni, jumlah pasien yang sembuh dari infection crown di Jakarta dalam satu hari mencapai 330 orang.

Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi kedua selama wabah infection crown di Jakarta. Penambahan pasien sembuh tertinggi di Jakarta dalam satu hari terjadi pada 12 Mei di mana 426 orang dinyatakan sehat.

Sementara itu, hingga Senin (8/6) kemarin, jumlah kasus positif crown di ibu kota sudah menembus angka 8.000 kasus. Secara rinci, kasus positif crown di Jakarta per kemarin menjadi 8.037 kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.205 orang telah dinyatakan sembuh, dan 538 lainnya meninggal. Kemudian, sebanyak 2.846 orang masih menjalani isolasi secara mandiri, dan 1.448 orang masih dirawat.

Lihat juga: Jakarta Kembali Ramai, Buntut Kebingungan Saat PSBB Transisi

Untuk diketahui, satu pekan sebelum lebaran, sejumlah pasar kembali ramai di tengah pandemi infection crown.

Kondisi ini terjadi di DKI Jakarta dan Kota Bogor yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar PSBB dalam menekan penyebaran infection.

Di Jakarta misalnya, kawasan Pasar Tanah Abang saat itu dipadati pedagang kaki lima (PKL) dan pembeli. Kondisi saat itu menunjukkan masyarakat tak mempedulikan imbauan pemerintah soal physical removing (jaga jarak) sebagai bagian dari protokol pencegahan penularan Covid-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria padahal sudah mengatakan pihaknya tak akan membuka Pasar Tanah Abang menjelang lebaran.

"Terkait Tanah Abang. Kami tak pernah melonggarkan, apalagi membuka. Sejak ditutup sampai hari ini sampai berakhirnya PSBB, kita tutup Tanah Abang," individualized structure Riza kepada CNNIndonesia.com, saat itu, 17 Mei 2020.

DKI sendiri, sejak 5 Juni 2020, sudah memasuki masa PSBB transisi yang memulai pembukaan kegiatan masyarakat secara bertahap. Dan, mulai 8 Juni 2020, perkantoran joke sudah mulai dibuka dengan syarat protokol kesehatan. (**)
SOURCE : CNNINDONESIA

Featured Post

Pelaku Beberkan Peran Wanita SN yang Tawarkan Mahasiswi Diperkosa Bergilir

  KARAWANGPORTAL - Salah seorang tersangka pelaku pemerkosaan mahasiswi EA (23) secara bergilir di Kota Makassar, pria berinisial MF, mengu...