Notification

×

Iklan

Iklan

Jokowi-Prabowo maju Pilpres 2024, Demokrat: Luka dan hinaan mendalam bagi rakyat, janganlah…

Sunday, June 20, 2021 | 14:30 WIB Last Updated 2021-06-20T07:30:40Z

karawwang portal
Jokowi-Prabowo maju Pilpres 2024,

KARAWANGPORTAL - ahirnya kelompok Relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024 belakangan ini kembali menimbulkan polemik wacana Presiden tiga periode. Terlebih mereka menyepakati terkait pencalonan Jokowi dan Prabowo dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Terkait adanya dukungan jelang Pilpres tersebut, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan, panggung politik dan calon pemimpin Republik Indonesia bukan hanya terdiri dari Jokowi dan Prabowo belaka.

Dia heran, mengapa seakan-akan tanpa Jokowi dan Prabowo, Indonesia tidak akan bisa maju dan menjadi lebih baik.

Padahal sebagaimana yang terjadi, sejak 2014 silam keduanya disebut telah membuat rakyat Indonesia pecah.

“Memunculkan polarisasi dan luka mendalam di masyarakat, yang belum pernah kita alami di era-era sebelumnya,” kata Herzaky kepada wartawan, dikutip Hops pada Minggu, 20 Juni 2021.

“Kalau kemudian kita menyerahkan nasib Indonesia kembali kepada keduanya, seakan-akan Indonesia ini berhenti bergerak dan tidak ada kemajuan sejak 2014,” sambungnya.

Lebih lanjut Herzaky menjelaskan, saat ini di Indonesia sendiri sudah lahir dan tumbuh berbagai calon pemimpin terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

Sebut saja, ada sosok Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo dari deretan kepala daerah yang berprestasi.

Kemudian ada pula lalu Airlangga Hartarto, Muhaimin Iskandar, Puan Maharani, dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari deretan pemimpin partai politik.

Tentu tokoh-tokoh nasional itu tidak lahir begitu saja, kata Herzaky, nama mereka muncul justru karena keinginan dari masyarakat Indonesia sendiri yang ingin adanya pemimpin baru di Pilpres 2024.

Di sisi lain, publik juga tegas menolak adanya wacana Presiden Jokowi menjabat sebanyak tiga periode.

“Berbagai survei juga telah mengonfirmasi keinginan rakyat Indonesia mendapatkan pemimpin baru di 2024 dan menolak keras wacana tiga periode,” tuturnya.

Pihaknya juga menambahkan, Presiden Jokowi sejauh ini telah mendapatkan kesempatan selama dua periode sesuai dengan amanah konstitusi.

Untuk itu, dia mengajak semua untuk mendoakan dan mendukung Jokowi agar dapat menuntaskan tanggung jawabnya dengan baik sampai dengan 2024. Apalagi, Jokowi sendiri sudah berulang kali menolak adanya rencana presiden 3 periode.

“Tentunya penolakan beliau ini bukan basa-basi apalagi lip service belaka. Janganlah beliau kemudian dijebak, dipancing-pancing, untuk mengamputasi demokrasi kita dan menghancurkan cita-cita reformasi,” tegasnya.

“Janganlah buat Indonesia mundur puluhan tahun dengan memaksakan rencana presiden tiga periode,” lanjutnya.

Oleh sebabnya, dia mengimbau agar para relawan pendukung Jokowi tidak memperkeruh publik dengan wacana presiden tiga periode. Hal tersebut tentu bukan sesuatu lelucon yang lucu, mengingat pandemi Covid-19 ini masih terus melanda bumi pertiwi.

“Setoplah bermanuver politik, fokus bantu rakyat saja. Mari kita bantu Bapak Presiden Joko Widodo menangani pandemi Covid-19 dan krisis ekonomi saat ini. Jangan malah menghina rakyat Indonesia dengan wacana Jokowi tiga periode apalagi dengan lelucon tidak lucu Jokowi-Prabowo,” imbuhnya.

 

***hops.id***

 

 

 

×
Berita Terbaru Update