Notification

×

Iklan

Iklan

Tantang Penuding Covid tak Terkendali, Luhut: Datang ke Saya

Wednesday, July 14, 2021 | 07:29 WIB Last Updated 2021-07-14T00:29:58Z

Tantang Penuding Covid tak Terkendali, Luhut: Datang ke Saya
Republika.co.id Luhut Binsar Pandjaitan

KARAWANGPORTAL - Pemerintah memastikan penanganan Covid-19 masih terkendali. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (12/7). Bahkan koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali ini menantang siapa pun yang menuding pemerintah tak bisa mengendalikan Covid-19 untuk datang menemuinya.

"Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadannya, sangat-sangat terkendali. Jadi yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya nanti saya tunjukin ke mukanya bahwa kita terkendali," ujar Luhut.

Ia mengakui, bahwa pemerintah memang menghadapi masalah dan tantangan dalam mengendalikan Covid-19 di Tanah Air. Namun Luhut menegaskan, masalah-masalah yang ada diurai dan diselesaikan dengan baik oleh tim di pemerintahan. Presiden Jokowi pun, ujar Luhut, memberikan arahan yang jelas dalam setiap kebijakan pengendalian Covid-19.

"Dan kami sebagai pelaksananya tidak ada masalah. Semua kami putuskan secara terintegrasi. Semua kami putuskan secara terintegrasi," kata Luhut.

"Kami sepakat akan peningkatan vaksinasi dilakukan oleh TNI Polri dan dinkes, langsung ke daerah-daerah marginal. Jadi pinggiran-pinggiran kota, langsung tim akan menyuntikkan di sana dan itu saya kira bisa berjalan minggu ini," kata Luhut.

"Presiden putuskan mulai Rabu kita launching 300 ribu paket obat untuk OTG, dan juga untuk yang kelas-kelas penyakit yang masih tidak serius. (Pembagiannya) OTG 10 persen, paket demam dan anosmia 60 persen, dan demam dan batuk 30 persen," ujar Luhut dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (12/7).

"Ini akan dibagikan oleh TNI bersama elemen-elemen lain. Prosedur sudah disusun sehingga itu bisa jalan," kata Luhut.

Selain itu, Luhut juga menegaskan bahwa pemerintah berupaya memastikan kecukupan pasokan obat untuk terapi pasien Covid-19 yang bergejala sedang-berat. Dari catatan pemerintah, jenis obat yang saat ini pasokannya kurang adalah Rendesivir dan Actemra. Khusus untuk Actemra, pemerintah Indonesia bahkan sudah mengurus lisensi untuk bisa memproduksi sendiri di dalam negeri.



Sumber: Republika

×
Berita Terbaru Update