Notification

×

Iklan

Iklan

Joe Biden Kerahkan 3.000 Tentara Tambahan ke Eropa Timur untuk Melawan Rusia

Thursday, February 3, 2022 | 13:59 WIB Last Updated 2022-02-03T06:59:31Z
Pavel Golovkin, Eric BARADAT / AFP / POOL

 

KARAWANGPORTAL - Amerika Serikat akan mengirim sekitar 3.000 tentara tambahan ke Polandia dan Rumania untuk melindungi Eropa Timur dari krisis Rusia-Ukraina. 

Dilansir Reuters, Rusia sebelumnya membantah tudingan berencana menyerang Ukraina. 

Kendati demikian, Moskow pada Rabu (2/2/2022) mengisyaratkan tidak berminat berkompromi dengan mengejek Perdana Menteri Inggris Boris Johnson 'bodoh'. 

Moskow telah mengerahkan lebih dari 100.000 tentara di dekat perbatasan Ukraina dan mengancam akan melakukan aksi militer jika tuntutannya tidak dipenuhi. Diketahui, salah satu tuntutan Rusia adalah meminta NATO tidak menerima Ukraina sebagai bagian dari aliansi. 

Pentagon pada Rabu (2/2/2022) mengatakan, sebuah skuadron Stryker dari sekitar 1.000 anggota layanan AS yang berbasis di Vilseck, Jerman akan dikirim ke Rumania. 

Lau sekitar 1.700 personel militer, terutama dari 82nd Airborne Division akan dikerahkan dari Fort Bragg, Carolina Utara ke Polandia. 

Sebanyak 300 anggota militer lainnya akan menuju Jerman dari Fort Bragg. Presiden AS Joe Biden mengatakan pengerahan pasukan ini merupakan bukti janjinya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. "Selama dia bertindak agresif, kami akan memastikan kami dapat meyakinkan sekutu NATO kami dan Eropa Timur bahwa kami ada di sana," katanya, menurut laporan media di Twitter. 

Jubir Pentagon, John Kirby mengatakan pengerahan pasukan bertujuan mengirim sinyal kuat kepada Putin. "Kami tahu bahwa dia juga marah pada NATO, tentang NATO. 

Dia tidak merahasiakannya. Kami menjelaskan bahwa kami akan siap untuk membela sekutu NATO kami jika itu terjadi," ujar Kirby. Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan, penempatan pasukan AS merupakan bentuk solidaritas.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga menyambut baik dengan mengatakan bahwa tanggapan aliansi terhadap Rusia bersifat defensif dan proporsional. Upaya solusi diplomatik konflik Rusia-Ukraina saat ini tersendat. 

Negara-negara Barat menilai tuntutan utama Rusia tidak berpeluang baik, sementara Moskow tidak berniat untuk membatalkannya. 

Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan dia akan membahas krisis dengan Biden dan mungkin akan bertolak ke Rusia untuk bertemu dengan Putin. 

Sebelumnya, Putin menyatakan bahwa Rusia dipaksa melindungi diri dari agresi AS dalam komentar publik perdananya sejak krisis Ukraina memanas. 

Dilansir AP News, NATO mulai meningkatkan pertahanannya di Eropa Timur sejak akhir 2021 lalu. 

Denmark mengirim fregat dan pesawat tempur F-16 ke Lithuania, sementara Spanyol mengirim empat jet tempur ke Bulgaria dan tiga kapal ke Laut Hitam untuk bergabung dengan angkatan laut NATO. 

Belanda berencana mengirim dua pesawat tempur F-35 ke Bulgaria pada April dan menempatkan sebuah kapal dan unit berbasis darat dalam keadaan siaga untuk Pasukan Respon NATO. 

Biden mengatakan, dia tidak menempatkan pasukan Amerika di Ukraina untuk melawan Rusia, meskipun AS sendiri memasok senjata untuk pertahanan ke Kyiv. 

 Ukraina bukan anggota NATO, oleh karena itu, AS tidak memiliki perjanjian untuk membelanya. 

Kendati demikian, Washington akan memenuhi kewajibannya untuk membela sekutu NATO di Eropa Timur jika mereka terimbas konflik.[tribun]

×
Berita Terbaru Update